Sponsor Internet Marketing Web Seo sejak Tahun 2008

krisnaweb | 6:12 PM | 0 komentar
Sejak tahun 2008 telah online website Sbgbali.com sebagai Internet Marketing Web Seo yang didirikan oleh I Wayan Subagia Arimbawa,A.Md.Kom anak kelahiran desa #Jatiluwih yang sangat bangga akan desa nya serta terus berusaha ikut serta dalam segala bidang membangun desa kelahiran yang merupakan kampung tercinta nya walau dilakukan dari daerah tempat rantau nya.

Internet Marketing Web Seo


Melalui Internet Marketing Web Seo di online kan web blog ini dengan harapan bisa memberikan informasi seputar JATILUWIH serta organisasi yang dibuat bernama "Jatiluwih Tabanan Bersatu = JTB" bidang Lingkungan dan Sosial dengan ijin Kesbangpolinmas serta Akte Notaris.

Pengaduan Layanan BPJS

SBGWebSeo | 6:56 PM | 0 komentar

PENGADUAN LAYANAN BPJS


Pasien BPJS dalam kondisi darurat bisa masuk dan ditangani secara serius di rumah sakit (RS) manapun termasuk RS Bintang 5 tanpa membayar lebih dahulu.
Dalam kondisi darurat, RS tidak boleh bertanya tentang pembayarannya. Pasien dalam darurat harus ditangani RS sampai maksimal, setelah itu baru bicara tentang biaya.
Pasien Panduan BPJS tidak wajib membayar sepeserpun walau RS Bintang 5 tidak ikut BPJS. Karena setelah melewati masa kritis, pasien dapat dirujuk ke RS yg sudah bergabung dengan BPJS dan rumah sakit yang telah menangani pasien gawat darurat dapat menagihkan Ke BPJS.
Bergabung dengan BPJS kelas manapun apabila ada rumah sakit yang menolak pasien dalam kondisi darurat, laporkan ke:

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

Jl. H.R. Rasuna Said Blok X.5 Kav. 4-9, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12950

Telp. 021-5201590 (hunting)

Fax : (021) 52921669

Contact Center : 1500567 (Halo Kemkes)
BPJS Care Center : 1500400
E-mail: kontak@kemkes.go.id
Tweet@kemenkes

Sistem SBG Web Seo

SBGWebSeo | 11:44 PM | 0 komentar
Aturan main #MiTraSBG sebagai Sistem WEB SEO

1. Setelah klik s.id/sbgwa baca description nya

2. Klik salah satu dari ke tiga website disana

3. Konfirmasi klik email disana apa yang Anda mau

4. Selamat menerima email dari WEB fokus SEO

Semoga keberadaan kami bermanfaat untuk Bisnis anda!!!!


Penginapan Jatiluwih

SBGWebSeo | 6:04 AM | 0 komentar
Salam Penginapan, Apa kabar kelompok Wisata Penginapan yang ada di Jatiluwih Center serta kawasan lainnya, semoga semua dalam keadaan berbahagia dengan usaha Wisata Penginapan nya. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami sampaikan akan mengadakan pelatihan kepada kelompok Penginapan GRATIS untuk yang data nya masuk melalui formulir ini serta kami akan melakukan verifikasi sesuai data yang di kirim serta tim kami akan melakukan kunjungan sekitar bulan April. Bagi yang sudah melakukan input data bisa konfirmasi di wa.me/6282146387999 atau email jatiluwih@sbgbali.com Terima kasih semoga Wisata Kuliner nya semakin maju dan Kami terus bisa memberikan yang terbaik dan sesuai kebutuhan selanjutnya.

Kuliner Jatiluwih

SBGWebSeo | 5:48 AM | 0 komentar
Salam KULINER, Apa kabar kelompok Wisata Kuliner yang ada di Jatiluwih Center serta kawasan lainnya, semoga semua dalam keadaan berbahagia dengan usaha Wisata Kuliner nya. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami sampaikan akan mengadakan pelatihan kepada kelompok Kuliner GRATIS untuk yang data nya masuk melalui formulir ini serta kami akan melakukan verifikasi sesuai data yang di kirim serta tim kami akan melakukan kunjungan sekitar bulan April. Bagi yang sudah melakukan input data bisa konfirmasi di wa.me/6282146387999 atau email jatiluwih@sbgbali.com Terima kasih semoga Wisata Kuliner nya semakin maju dan Kami terus bisa memberikan yang terbaik dan sesuai kebutuhan selanjutnya.

Yan Bagia JATILUWIH Penebel Tabanan

SBG Web Seo | 5:03 PM | 0 komentar
Jatiluwih bagi I Wayan Subagia Arimbawa,A.Md.Kom adalah sebuah desa terpencil yang ada di lereng gunung Batukaru dengan panorama indah hamparan sawah disebelah selatan serta timur nya dan disebelah utara tiga gunung dengan hutan tropis yang masih pohon - pohon besarnya sangat membantu menjaga air disaat musim hujan dilanjutkan dengan ladang kopi para petani Desa Jatiluwih.

Sejak lahir 12 September 1973 YAN BAGIA sapaan dari I Wayan Subagia Arimbawa,A.Md.Kom ini kesehariannya sebagai anak petani musim ke sawah dan musim ke ladang kopi banyak kenangan indah dengan sistem yang sangat bagus diwariskan oleh para leluhur desa Jatiluwih.

Musim ke sawah aneka kegiatan yang ada dimulai dari membersihkan sawah dari rumput, dimana rumputnya kita berikan sapi, terus mencangkul sambil mencari belut / lindung yang kadang langsung di masak diatas bara api untuk lauk nya nasih yang dibawa ke sawah, saat membajak tambahan ada keong / kakul sebagai sayur ada juga belauk, katak serta ikan kecil dan besar seperti ikan gabus sangat enak serta nutrisi nya sangat tinggi.

Musim ke ladang kopi kegiatan yang ada membersihkan kebun kopi disini menemukan keladi / talas yang kadang kita langsung buatkan api unggun dengan hangat - hangat kita santap bersama keluarga tercinta sangat bahagia rasanya.

Pola pikir

SBGWebSeo | 12:05 PM | 0 komentar
*Pikiran Menentukan Bahagia Tidaknya Seseorang*

Jangan salahkan orang lain ketika hidup kita terasa gagal.
Jangan mencari-cari alasan.
Jangan menempatkan diri kita sebagai korban & menghakimi orang lain sebagai biang keladi dari kesengsaraan kita.
Jangan lupa bahwa segala yang terjadi adalah karena ulah diri kita sendiri.

BERIKAN ENERGI KEKUATAN pada diri sendiri dan LUPAKAN bahwa semua penderitaan ini adalah akibat kesalahan orang lain.

Jangan mengubur diri dalam proses berkepanjangan.
WAKTU TERUS BERJALAN & PERUBAHAN di HIDUP kita SANGAT BERGANTUNG pada PROGRAM yang muncul DARI PIKIRAN kita.

Untuk mencapai POLA PIKIR yang TINGGI & JERNIH, memang memerlukan kedewasaan.
Sangat diperlukan EXERCISE / LATIHAN KEBIJAKSANAAN untuk bisa mencapai tahta POLA PIKIR yang BERCAHAYA.

Tingkat POLA PIKIR yang BAIK akan MENGANTARKAN kita pada KEBAHAGIAAN, dan akhirnya KEBERHASILAN.

Banyak kehancuran terjadi di dunia ini karena POLA PIKIR KELIRU yang tidak juga disadari & diperbaiki.
Fanatisme yang kebablasan, rasisme, dendam, iri hati, dengki, keserakahan, sifat otoriter, diktator, mau menang sendiri.
Semua itu LAHIR dari POLA PIKIR yang salah.

Orang-orang yang BERHASIL MENCAPAI POLA PIKIR yang BAIK, akan MAMPU melihat KEHIDUPAN ini dengan JERNIH.
BISA MENCERNA setiap masalah & menemukan HIKMAH.
BISA MELIHAT SOLUSI dengan KEPEKAAN & KEBIJAKSANAANnya.
POLA PIKIR yang BAIK akan merujuk pada banyak KEINDAHAN di HIDUP ini.
Misalnya SIFAT MEMAAFKAN, SEMANGAT yang BAIK, KREATIVITAS, PERSAHABATAN, INSPIRASI POSITIF, KESABARAN & KEARIFAN.


_*Rahayu*_ 🙏🙏🙏


*(Source: Serat Jiwa)*

Alih Fungsi Lahan Timbulkan Banyak Masalah

SBGWebSeo | 3:59 PM | 0 komentar
Hasil gambar untuk jatiluwih

Alih Fungsi Lahan Timbulkan Banyak Masalah

| 940 Views
Denpasar (Antara Bali) - Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana Prof. Dr. Wayan Windia mengkhawatirkan, alih fungsi lahan pertanian di Bali yang terus berlanjut tanpa upaya mengendalian yang tuntas akan menimbulkan banyak masalah.

"Bagaimana jadinya wajah alam Pulau Bali, kalau semua petani mengalihfungsikan lahan sawahnya, lalu di lahan itu dibangun berbagai bangunan beton," kata Prof Windia yang juga guru besar Fakultas Pertanian Unud di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, kondisi demikian akan mengakibatkan biaya yang cukup besar untuk mengendalikan banjir, mencegah erosi, membersihkan udara, dan dana untuk mengimpor bahan makanan, serta berbagai implikasi sosial lain, yang mungkin saja bisa muncul.

Di Bali saat ini luas sawah telah terkonversi sekitar 750-1000 hektare per tahun. Sawah yang masih ada sekitar 81.000 hektare. Banyak subak-subak di Bali sudah lenyap, karena tidak memiliki lahan sawah.

Berkurangnya luas sawah sebesar itu, menandakan bahwa Bali telah kehilangan beras sekitar 6000 ton/tahun. Sementara itu penduduk Bali terus meningkat bahkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung tumbuh 4-5 persen/tahun.

Penduduk Bali tercatat hampir empat juta jiwa, sementara turis yang datang ke Bali juga mendekati empat juta orang per tahun. Semua mereka itu memerlukan makan, minum, dan ingin selalu melihat pemandangan alam yang teduh.

Windia mengingatkan, semua itu kini sudah tidak lagi dapat dilayani dan dipenuhi oleh alam Bali. Alam Bali sudah rusak berat, ditandai dengan kemacetan lalu lintas di mana-mana, intrusi air laut, banjir, tindak pidana dan danau terkontaminasi.

Jadi, rusaknya sawah dan subak di Bali, tidak saja berpengaruh pada ketersediaan bahan makanan, pemandangan alam, dan media kultural. Namun juga berpengaruh terhadap semakin berkurangnya minat wisatawan asing datang ke Pulau Dewata.

Namun yang paling penting adalah semakin berkurangnya referensi tentang keteladanan, demokratisasi, harmoni-kebersamaan, dan persatuan-kesatuan bangsa.

Semua itu sejatinya adalah nilai-nilai yang merupakan tulang punggung jati diri bangsa Indonesia.

Rusaknya sawah dan subak di Bali, tampaknya akan berpengaruh nyata pada eksistensi kebudayaan Bali, ujar Prof Windia. (WDY)
Editor: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber : http://www.antarabali.com/berita/71676/alih-fungsi-lahan-timbulkan-banyak-masalah

Presentation laporan antara RDTR kawasan jatiluwih

SBGWebSeo | 3:27 PM | 0 komentar

Miss Komunikasi, DTW Jatiluwih Langsung Respon

SBGWebSeo | 4:17 PM | 2komentar

Miss Komunikasi, DTW Jatiluwih Langsung Respon

Oleh : gin | 24 September 2016 | Dibaca : 3060 Pengunjung
Miss Komunikasi, DTW Jatiluwih Langsung Respon
sumber foto :suaradewata.com
Tabanan, suaradewata.com– Adanya miss komunikasi antara warga dengan subak dan DTW (Daerah Tujuan Wisata) Jatiluwih yang disuarakan oleh LSM JTB (Jatiluwih Tabanan Bersatu) langsung direspon pihak DTW Jatiluwih. Dengan mengundang para Kelian Subak, Adat, hingga kepala desa serta pihak JTB, manajemen langsung menggelar rapat di Kantor DTW Jatiluwih, Penebel Tabanan, Sabtu, (24/09/2016).
Hasilnya apa yang disuarakan oleh JTB soal koordinasi dan kontribusi hanyalah sebuah miss komunikasi dan dapat diselesaikan lewat duduk bersama dengan kepala dingin. Awalnya rapat yang dipimpin oleh Manajer Operasionl DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa dan Kades Jatiluwih Nengah Kartika berlangsung sedikit alot. Baik pihak JTB yang dihadiri langsung oleh ketuanya I Wayan Subagia Arimbawa maupun adat setempat saling adu argument. Namun akhirnya sampai pada titik terang bahwa telah terjadi miss komunikasi yang kemudian dapat diselesaikan dengan baik.
Usai rapat Subagia kepada www.suaradewata.com menegaskan pihaknya hanya bersipat menjembatani adanya keluhan warga kepada pihak manajeman soal komunikasi dan kontribusi. Hal itupun kata dia sudah dilakukan melalui jalur yang ada yakni dengan mendatangi pihak menajemen untuk berkoordinasi. Namun karena kesibukan masing-masing sehingga tidak bertemu, sampai akhirnya keluhan tersebut mencuat ke public. “Kita sipatnya hanya memediasi ada keluhan dari masyarakat kepada pengelola soal pembuatan jalur trekking yang baru,” ucapnya. Meski sebelumnya terjadi miss komunikasi, Subagia mengaku setelah dipertemukan dengan pihak-pihak terkait sehingga semuanya menjadi clear. “Pertemuan hari ini sudah ada titik terang, mari kita sama-sama berbenah, apapun keputusannya saya serahkan sepenuhnya kepada pihak manajemen, agar tidak terjadi gejolak lagi di tengah masyarakat,” harap Subagia.
Sementara Manajer Operasional, DTW JatiluwihI Nengah Sutirtayasamengatakan permasalahan tersebut hanyalah sebuah miss komunikasi dan semuanya sudah bisa diclearkan. “Soal pembuatan jalur trekking yang baru yang dipermasalahkan, sebenarnya sudah ada komunikasi dan pendekatan dengan warga yang bersangkutan, hanya saja di lapangan terjadi salah pengertian antara warga dengan pekaseh dan sekarang sudah selesai semua,” ucapnya. Dia juga menjelaskan pada awalnya jalur trekking memang dikembangkan oleh pihak manajemen, namun seiringnya waktu jalur-jalur trekking yang dikembangkan tidak lagi oleh menajemen, melainkan oleh subak masing-masing. “Soal jalur trekking kini menjadi kewenangan subak masing-masing, bukan lagi kewenangan manajemen,” ucapnya. Lalu bagaimana soal kontribusi,? Menurut Sutirtayasa yang juga mengusaha restaurant itu, sebenarnya kontribusi dari DTW Jatiluwih tidak ada lagi kepada pribadi-pribadi, melainkan langsung diberikan kepada umum dalam hal ini adat. Dijelaskan kontribusi yang diberikan pihak manajemen kepada adat berupa pah pahan sebesar 21 persen. “Disini ada 7 tempek subak basah dan 2 tempak subak kering, untuk subak basah pah pahannya 21 persen dan subak kering 4 persen,” bebernya. Tidak hanya dalam bentuk pah pahan, pihak manajemen juga memberikan kontribusi dibidang sosial dan kesehatan kepada masyarakat setempat. Dia mencontohkan setiap tahun subak-subak di wilayah tersebut menggelar upacara ngusaba nini . “Nah inilah yang kita subsidi pada tahun 2016 ini, yang masing-masinng tempek mendapatkan kontribusi sebesar 15 juta untuk menggerar upacara ngusaba nini (ngusaba gede),” jelas Sutirtayasa. Cukupkah sampai disana,? Ternyata tidak, pihak manajemen juga memberikan biaya kesehatan bagi warga setempat sebesar Rp. 300 ribu setiap warga. “Artinya setiap ada warga yang sakit dan masuk rumah sakit, bisa mengklaim ke manajemen dengan membawa nota pembayaran dirumah sakit, dan pihak manajemen akan memberikan subsidi sebesar Rp. 300 ribu kepada setiap warga,”jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan Kades Jatiluwih, Nengah Kartikayang juga sebagai ketua 1 badan pengelolaDTW Jatiluwih. Pihaknya sebagai aparat didesa berharap kedepannya ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh semua pihak guna memajukan kawasan Jatiluwih sebagai kawaan pariwisata dan warisan budaya dunia. “Prinsipnya bagaimana masyarakat bisa menikmati walaupun tidak secara pribadi namun secara umummelalui dana sosial dan kesehatanyang disediakan oleh manajeman, dan sejauh ini masyarakat kami merasa terbantu serta berterima kasih,” akunya. Meski demikian kata dia segala kritik dan masukan yang sipatnya membangun tetap harus diakomudasi dalam kerangka memajukan pariwisata agro dikawasan warisan budaya dunia (WBD) tersebut. “Suport dari semua pihak sangat kita harapkan dengan catatan yang sipatnya membangun, kami juga berterima kasih kepada Pemkab Tabanan yang peduli dan menjadikan Jatiluwih sebagai pilot projeksehingga pertanian dikawasan ini bisa sinergi dengan pariwisata,” harap Kartika.
Seperti diberitakan sebelunya, upaya manajeman DTW Jatiluwih mengembangkan jalur trekking jalur trekking dari subak Muntig ke subak Besikalung diprotes salah satu warga melalui JTB. Alasannya tidak ada koordinasi dan kontribusi kepada warga bersankutan. Baca http://suaradewata.com/read/2016/09/22/201609220013/Tanpa-Koordinasi-dan-Kontribusi-Badan-Pengelola-Jatiluwih-Diprotes.html. Dalam keluhan itu intinya warga mempertanyakan rencana pembangunan jalur trekking yang baru itu tidak ada koordinasi dan juga warga yang sawahnya dilalui tidak mendapatkan kontribusi. gin

Whatsapp / SMS / Telp.

082146387999
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JATILUWIH - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website | More Trick | IVY Themes
Proudly powered by Blogger